administrator Site Admin
Sejak: 08 Jun 2008 Post: 16
|
Dikirim: Sab Jun 14, 2008 6:54 am Judul: Masalah Sosial Budaya Sekarang Ini |
|
|
Kesibukan pemerintah sekarang ini lebih terarah pada reaksi-reaksi yang tidak produktif atas masalah-masalah yang berkembang di masyarakat,antara lain seputar film Fitna, keterlibatan dalam produk tontonan seperti film Ayat- Ayat Cinta, kontroversi seputar Ahmadiyah, lika-liku kasus penunjukan Gubernur Bank Indonesia, masalah Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), seputar fungsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sampai masalah-masalah yang berkaitan dengan pemilihan kepala daerah (pilkada).Terasa sekali bahwa pemerintahan ini begitu reaktif atau reaksioner. Ketiadaan sistem yang mengarahkan rakyat dan parlemen untuk memperbincangkan masalah-masalah mendasar kebutuhan rakyat dan kebijakan penting yang berpengaruh kepada masyarakat umum menimbulkan persoalan.
Ketika kebijakan itu akhirnya datang, hampir semua elemen tidak siap.Polisi sama sekali kurang dididik untuk menghadapi aksi-aksi demonstrasi mahasiswa. Bayangkan kalau pada tanggal 20 Mei 1998 satuan polisi dan tentara mengobrak-abrik kampus atau Gedung MPR RI, dengan alasan ada mahasiswa yang mabuk-mabukan, akan terjadi banjir darah yang parah. Pemerintah sekarang semakin bebas dengan beragam keluhan masyarakat. Seakan yang mabuk itu adalah pemerintah sendiri dengan cara membabibuta menyerang kelompok mahasiswa sebagai pihak yang ditunggangi oleh kelompok lain.Tuduhan-tuduhan seperti ini terasa khas sekali berbau skenario.Kalaupun ada pihak yang menunggangi mahasiswa, dengan tujuan-tujuan politik jangka menengah dan panjang, sungguh tidak beralasan kalau aksi kekerasan dilakukan. Ketiadaan sosok di pemerintahan yang mampu melakukan dialog panjang dengan mahasiswa di kampus-kampus menunjukkan bahwa pemerintah sama sekali tidak mempertimbangkan betapa mahasiswa bisa bergerak, kapan saja dan di mana saja. Pemerintah seakan terus mengisolasi diri dengan produk pencitraan diri dalam bentuk banner-banner di pinggiran jalan.
Ketidakmampuan meyakinkan kelompok yang paling reaktif atas kebijakan yang tidak populer, yakni mahasiswa, menunjukkan bahwa dari segi komunikasi politik pemerintah mengalami kemunduran. Karena itu,ketika ada masalah sesederhana peredaran film Fitna di internet, mulai dari level presiden sampai menteri ikut mengatakan pendapatnya.Ruang publik sepertinya mengalami imunitas ketika pendapat- pendapat itu berseliweran. Ibarat sebuah perang, pemerintah terkesan hanya terkonsentrasi pada pertempuran-pertempuran kecil dan membabi-buta,bukan memenangi perang itu sendiri. Keluhan demi keluhan terdengar terus dari istana kepresidenan, termasuk juga impian demi impian.(opik-MUI) |
|