|
Jika kita membicarakan tentang profil seorang mukmin, maka kita harus melihatnya dari sudut pandang Islam. Karena sesungguhnya, seorang mukmin tidak akan pernah terlepas dari nilai-nilai Islam yang secara sempurna dan menyeluruh, mengatur seluruh kegiatannya. Dari sejak lahir sampai mati, dari muda sampai tua dan dari bangun tidur hingga bangun tidur kembali. Dari Abu Hurairah Radiyallahu Anhu, ia berkata,’Rasulullah SAW bersabda: “Seorang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah, dan pada masing-masing (keadaan itu) terdapat kebaikan. Berilah perhatian atas hal-hal ynag bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah serta janganlah engaku lemah. Dan jika engkau ditimpa sesuatu, maka janganlah engkau mengatakan,”Seandainya aku melakukan ini, tentulah begini dan begitu,” tetapi katakanlah,”Qadarallahu wa maa sya’a fala (Ini takdir Allah Ta’la dan apa-apa yang Dia kehendaki maka pasti Dia lakukan” karena sesungguhnya ucapan ‘seandainya’ itu akan membuka perbuatan (tipu daya) setan.”(HR.Muslim).
Hadits diatas dengan jelas memberikan gambaran bagaimana profil seorang mukmin. Profil yang pertama adalah seorang mukmin haruslah seorang yang kuat. Karena dengan kekuatan, maka seorang mukmin dapat melakukan berbagai bentuk ibadah kepada Allah seperti : shalat, puasa, jihad, silaturahmi dan lain-lain. Jika kita bahas lagi, maka kekuatan tersebut haruslah meliputi berbagai aspek yang telah Allah berikan kepada kita yaitu kekuatan Qalbu (iman), kekutan jasad, kekuatan fikriyah (ilmu). Karena jika kita tidak memenuhinya, maka akan terjadi ketimpangan pada diri kita. Kunci dari kesemuanya adalah dengan sikap tawazun (seimbang). Untuk memenuhi kekuatan Qalbu (iman) maka kita harus menempuh sebab-sebab dan faktor-faktornya, yaitu : Pertama, keterkaitan kepada Allah. Dengan keterkaitan kita kepada Allah semakin erat maka keimananpun akan semakin sempurna. Karena keimanan ini merupakan aspek yang mendasari segalanya. Kedua, doa. Doa adalah senjata seorang mukmin. Karena kita menyadari bahwa kita tidak memiliki sesuatupun di dunia ini.Rasulullah bersabda “Hendaknya salah seorang diantara kalian meminta semua hajat (kebutuhan) nya kepada Rabbnya sampai-sampai dia meminta tali sandalnya ketika putus.” Ketiga, tafakur (memikirkan) tentang makhluk-makhluk Allah dan merasakan keagungannya. Keempat, ilmu. Setiap kali seorang hamba bertambah pemahaman tentang agama, maka semakin kuat pula keimanannya. Kelima, dzikir. Dzikir adalah penghubung seorang mukmin dengan Allah. Karena pada saat dzikir pikiran hanya tertuju kepada-Nya. Keenam, membaca Alqur’an. Tidak ada bacaan yang lebih dicintai oleh Allah daripada kitabnya, yaitu Al Qur’an. Ketujuh, beramal saleh. Karena Allah selalu memerintahkan kepada setiap muslim untuk senantiasa berbuat saleh. Begitulah faktor-faktor yang harus kita lakukan untuk memunculkan kekuatan iman dalam dari kita. Langkah selanjutnya adalah memunculkan kekuatan jasad/badan kita. Trik dan trip dibawah ini kiranya dapat kita lakukan : Pertama, olahraga secara teratur. Dengan olahraga teratur maka bagian-bagian tubuh kita akan terlatih. Proporsi tubuh pun akan terjaga tidak terlalu gemuk yang dapat mengakibatkan obesitas dan tidak terlalu kurus. Adapun contoh olahraga yang dianjurkan oleh Rasulullah adalah memanah, menunggang kuda, dan berenang. Kedua, makan secara teratur dan bergizi yang halal. Sesungguhnya tubuh kita tersusun dari berbagai zat-zat seperti kalsium dll. Sehingga kita harus harus memenuhinya agar tetap dalam keadaan fit. Agar pola makan teratur maka kita dapat melatih dengan cara berpuasa. Ketiga, istirahat yang cukup. Karena tubuh kita bukanlah sebuah mesin, maka kita sangat butuh istirahat yag cukup. Adapun kekuatan ilmu akan terwujud dengan kita banyak membaca, merenungkan ayat-ayat Allah. Hal-hal terpenting untuk mendapatkannya adalah : - Ikhlas karena Allah, agar kita tidak hanya mengisi otak dengan informasi tetapi adanya hidayah atau taufik dari Allah
- Senantiasa merasa takut kepada Allah dan merasa diawasi oleh Allah.
- Lemah lembut dan tidak tergesa – gesa
- Sabar dan saling menasehati untuk bersikap sabar dalam memperolehnya. ( Q.S.Al Asr 1-3)
- Bersemangat dalam menghafal Al Qur’an dan hadist
- Menggunakan metode membaca, kajian dan munaqasyah.
Demikian kiranya, semoga Allah senantiasa menggerakan kita untuk dapat mengamalkan setiap ilmu yang kita peroleh.
|