|
Pada surat Al Ahzab ayat 72 Allah telah menawarkan amanah (tugas keagamaan) kepada beberapa makhluknya.diantaranya langit, bumi, dan gunung. Semua tidak mau memikul amanah Allah itu karena khwatir dan takut tidak memenuhinya. Namun ketika amanah itu diserahkan kepada manusia, manusia langsung mengiyakan diri untuk menjalankan amanah itu dimuka bumi. Semua manusia mempunyai amanah, apapun profesinya. Petani, nelayan, dokter dan tidak terlepas juga manusia. Selain tugas utamanya untuk mencari ilmu, sebagai muslim sudah tentu menyebarkan agama merupakan tugas yang juga harus dijalankan. Berdakwah dan menuntut ilmu harus diselaraskan dan berjalan beriringan. Dalam tulisan singkat ini penulis akan menuliskan sedikit fenomena yang terjadi pada mahasiswa yang peduli pada agama dan telah bertekad untuk berdakwah di kampus. Biasanya mahasiswa ini disebut Aktivis Dakwah Kampus (ADK).
Aktivis Dakwah Kampus adalah segelintir mahasiswa yang biasanya tergabung dalam organisasi kerohanian kampus. Seperti organisasi lainnya didalamnya terdiri dari dua jenis mahasiswa, pria atau biasa disebut ikhwan dan wanita atau biasa disebut akhwat. Dalam kegiatan dakwahnya ikhwan dan akhwat selalu bekerja sama, dan selalu terjalin komunikasi diantara mereka. Syuro (baca: rapat) untuk membahas konsep, strategi atau yang lainnya sering dilakukan demi kelancaran dakwah. Menelpon untuk keperluan yang mendesak atau hanya sekedar sms dilakukan oleh insan yang bukan mahramnya ini. tentu saja kalau ditanya alasannya ya untuk dakwah. Keseringan syuro atau menelpon, sms kadang membuat niatan hati tidak lurus lagi. Adakalanya yang timbul adalah rasa ingin terus berkomunikasi, yang dia sendiri tidak tahu alasannya kenapa. Parahnya sampai timbul virus merah jambu disalah satu dari mereka atau keduanya. Sms yang tertulis bukan lagi mengenai jadwal syuro tapi mengarah kepada kehidupan pribadi. Walaupun objek obrolannya adalah hal hal syarie namun itu semua sudah tidak pada tempatnya. Misal sms yang berbunyi “ukhti.., udah sholat malam belum?, hayo bangun sholat sholat. Rugi lo ukh”. Sms sejenis ini sudah menjadi rutinitas baru dikalangan ikhwan, semoga saja jumlahnya tidak banyak. Kebiasaan seperti ini perlu diwaspadai dan perlu dihilangkan karena bisa dijadikan peluang bagi syetan untuk menjerumuskan. Intinya berbahaya. Seandainya sms itu ditujukan kepada teman sesama ikhwan atau sesama akhwat masya Allah bagus sekali. Ajakan sholat, ajakan shaum dan sebagainya adalah bagian dari nasihat menasihati sesama muslim. Namun hal itu menjadi berbeda jika yang dikirimi adalah lawan jenis yang bukan mahram. Akan lebih besar mudhorat dari pada manfaatnya. Bukannya tidak boleh seorang ikhwan menasihati akhwat yang bukan mahramnya. Namun pilihlah kata kata yang tegas bukan mendayu dayu apalagi romantis. Karena hati wanita itu mudah tersentuh dan tersanjung. Mungkin maksud si ikhwan biasa biasa saja tapi bisa jadi si akhwat menangkapnya berbeda. Sehingga timbul gejolak hati yang meronta di diri si akhwat, menduga duga yang tidak tidak. Selain itu juga tolong diperhatikan masalah waktu. Janganlah menghubungi akhwat diatas jam sembilan malam. Ngapain juga kan masih banyak waktu yang lain. Nanti malah jadi fitnah. Oleh karena itu akhi marilah kita bersama sama menjaga diri dan hati, agar terbebas dari bahaya yang berpeluang menimpa. Khususnya bahaya wanita karena wanita adalah alat syetan yang paling ampuh untuk menjerumuskan kita. Dan buat para akhwat jangan bersedih hati, bukan berarti akhwat dicipta sebagai perusak dunia. Banyak keutamaan wanita yang telah Allah berikan. Jadilah penghias dunia yang terbaik dan buatlah bidadari cemburu padamu.
|