|
Segala puji hanya bagi Allah, tuhan semesta alam ,yang mengenggam langit dan bumi beserta seluruh isinya. Dialah Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dialah Allah yang senantiasa menjaga dan memperindah kehidupan ini dengan menanamkan kasih sayang kepada setiap hambanya. Maha Suci Allah yang kasih sayangnya luas tiada bertepi. Kasih sayang Allah yang membuat setiap jiwa menjadi tentram, membuat orang yang berlumur dosa masih memiliki harapan untuk bertobat,membuat orang yang berada dalam kegelapan mendapatkan cahaya kasih sayangnya sehingga dapat kembali ke jalan yang lurus. Allah yang senantiasa menjaga tiap makhluk ciptaanya baik siang maupun malam, baik yang berada di langit maupun yang di bumi. Sholawat serta salam tetap tercurah limpahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW, yang kasih sayangnya terhadap sesama hamba Allah maupun sesama makhluk bagai pancaran sinar matahari yang tiada terputus menerangi dunia. Akhir-akhir ini, kita mendengar banyaknya kekerasan yang terjadi di Negara kita. Hal ini tak lain disebabkan oleh menipisnya bahkan sirnanya kasih sayang dalam kehidupan bermasyarakat. Bangsa yang dulu dikenal dengan bangsa yang kaya raya ini akhirnya terpuruk menjadi Negara miskin penuh hutang, Negara yang dianggap brutal dan keji, yang saling menganiaya satu sama lain, juga menjadi bangsa yang hilang kemampuan untuk dapat menangkat harkat dan martabatnya sendiri. Semua ini disebabkan oleh kasih sayang yang telah berubah menjadi kebencian.
Ketika kebencian telah menguasai hati seseorang, maka ia akan menjadi sumber berbagai macam penyakit hati dan perbuatan buruk lainnya. Hati akan mudah untuk berburuk sangka terhadap apapun yang dilakukan oleh seseorang yang tidak disukainya.pikiranpun berupaya selalu berusaha untuk mencari aib dan kekurangan serta merancang suatu perbuatan keji atau yang dapat merugikan orang lain. Ketika rasa dendam sudah tidak terkendali, maka tindakan fisik akan menjadi suatu kekejian yang lebih parah. Memukul, menghancurkan, membunuh dan inilah yang sekarang banyak kita saksikan. Disadari atau tidak, kebencxian yang membara akan menghancurkan tidak hanya dirinya sendiri namun juga orang lain disekitarnya. Potensi untuk sukses akan hilang hanya karena meladeni kebusukan hati yang penuh kebencian. Waktu akan terkuras habis hanya untuk berpikir buruk,merencanakan perbuatan jahat dan sebagainya sehingga tidak sempat lagi untuk memikirkan hal yang bersifat positif. Tenagapun akan terkuras habis untuk memuaskan rasa dendamnya. Lahir batin akan benar-benar memikul kerugian. Naudzubillahimindzalik! Akankah hidup yang hanya sekali ini, harus kita jalani dengan kehinaan seperti ini? Tentu TIDAK! Kita harus memiliki dunia baru yang dapat membuat hidup kita indah, berkah dan bermartabat. Namun hal ini sangat berbeda dengan kasih sayang. Kasih sayang merupakan suatu anugrah yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita dan memang menjadi kebutuhan fitrah setiap insan. Seperti halnya, kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya yang tidak bisa kita gambarkan mulai dari proses kehamilan sampai dewasa merupakan suatu kasih sayang yang takkan pernah bisa terbalas dengan apapun dan seorang Ibupun tak mengharapkan balasan tersebut. Betapa mulianya seorang Ibu dan ternyata ini merupakan kasih sayang yang melimpah pada hati seorang Ibu. Kita sangat merindukan kasih sayang dari orang tua. Rakyat amat tersentuh dan merasa terhormat dengan kasih sayang para pemimpinya, bgitu juga dengan para pemimpin, dia akan mulia dan sukses dalam mengemban amanahnya bila dicintai rakyatnya. Begitulah, suasana saling sayang menyayangi dalam setiap sisi kehidupan akan terasa indah. Bahkan orang jahat sekalipun tetap saja di hatinya tersembunyi kerinduan untuk disayangi dan dimaafkan. Allah sudah menciptakan kasih sayang menjadi perangkat yang dapt membuat hidup kita bahagia. Hidup ini indah, bermakna dan bermartabat sekiranya kita memilikinya dan menyebarkannya dengan tulus. Kasih sayang yang tulus merupakan amalan yang dicintai oleh Allah bahwa : Sayangilah orang yang ada di bumi, niscaya engkau akan disayang oleh yang ada di langit(H.R. At Tirmidzi). Keberuntungan mana lagi selain menjadi orang yang disayang Allah penguasa alam semesta ini?
|