Template
Template Template
Template
Template
 
Template
Berbagi PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Amir Amruddin   
Minggu, 01 Juni 2008

Manusia secara kodrati diciptakan mempunyai peran sebagai manusia individu, akan tetapi dalam menjalani hidupnya tidak lepas dari  keberadaan orang lain.sehingga menusiapun dituntut untuk menjadi manusia sosialis.

Di masyarakat timbul berbagai macam strata atau lapisan masyarakat, dan realitasnya range antara tiap lapisan terlapau jauh, yang kaya semakin kaya sedangkan yang miskin semakin miskin, dengan kata lain hal ini mengindikasikan adanya sistem masyarakat yang sungguh tidak ada keseimbangan sama sekali dan menyalahi nilai yang diajarkan oleh agama maupun  nilai kekeluargaan yang berlaku di masyarakat.

Berkaca pada masa salafus shalih, dimana kondisi masyarakat begitu mapan. Memang terjadi kesenjangan sosial, dan perbedaan strata akan tetapi kondisi semacam itu hampir sangat sedikit sekali dan terlampau kecil, salah satu alasan terbentuknya kondisi itu adalah adanya perhatian yang besar untuk saling berbagi, berbagi untuk kemaslahatan umat.

Berbagi memiliki makna memberi dan membantu orang-orang yang memerlukan, memberi tidak mesti berupa uang atau materi ataupun lainnmya, namun apa saja yang dapat mendatangkan manfaat bagi orang lain.

Hal ini terbukti pada masa kekhalifahan, dikisahkan ketika suatu daerah bagian diberikan hasil pengumpulan zakat tahuanan negara. Daerah bagian tersebut mengembalikan sisa pembagian zakat itu, dan seiring waktu pengembalian tadi bertambah kadarnya sampai suatu saat daerah bagian itu tidak membutuhkan zakat sama sekali, inilah salah satu bentuk berbagi dalam kehidupan masyarakat.

Berbagi kepada sesama adalah wujud kepedulian shaleh, karena dengan berbagi berarti kita sadar bahwa kita harus bersyukur kepada Allah SWT dan membagi rasa syukur tersebut dengan  sesama, dan dapat membuat kita sadar betapa kerdilnya kita yang  tidak dapat hidup hanya sebagai manusia individu saja. Suatau saat kita butuh orang lain, dan berdasar hubunngan mutualisme, kita jjuag harus membarikan manfaat bagi ornag lain, bukankahn kita dilarang apabila kita tidur dengan perut kenyang sementaar orang di sekitar kita kelaparan.

Berbagi dengan sesama  tidak perlu mengharap pujian semata, sanjungan atau balasan, karena bukan itulah yang kita harapkan, berbagi dan lupakan itulah filosofinya. yakinkan bahwa dengan berbagi berarti investasi dari amal sholeh kita.

Meyakini hal ini kita tidak akan setengah–setengah dalam berbagi,  berbagi tidak sebatas materi belaka, akan tetapi pada esensi dari amal sholeh dan kemaslahatan umat. Pernahkah kita mendengar kisah kaum Ansar di Madinah, yang dengan ikhlas bersedia menjalin persaudaraan dengan kaum Muhajirin, saat itu kaum Ansar dengan penuh kerelaan hati berbagi apa yang dimilikinya, baik harta, rumah, perniagaan bahkan istrinyapun akan mereka ceraikan jika saudara muhajirinnya berkenan, mereka lebih mementingkan saudaranya sendiri di atas kepentingannya sendiri.

Dikisahkan juga, ketika dalam suatu peperangan yang baru saja usai, seorang  sahabat membawakan air kepada sahabat lain yang sedang sekarat, akan tetapi sebelum sempat meminumnya terdengar suara rintihan dari saudaranya yang minta air,sang sahbatpun berkata ”Wahai sahabat, berikan air ini kepada dia, dia lebih membutuhkan”, sahabat pembawa air menghampiri sahabat kedua, akan tetapi sebelum ia meminumnya, terdengar rintihan minta air dari seorang mujahid di dekatnya, diapun berkata “Wahai sahabatku, berikan air ini kepadanya, dia lebih membutuhkan daripada saya!”, sang pembawa airpun menghampiri sahabat ketiga, akan tetapi terlambat, sahabat ketiga telah syahid, diapun menghampiri sahabat kedua, akan tetapi dia juga terlambat, begitu juga dengan sahabat pertama.

Inilah salah satu kisah teladan dari para sahabat tentang makna berbagi, , bagaimana seorang musllim mampu berbagi, meski mereka harus mempertaruhkan nyawa mereka sendiri. Mereka rela karena mereka yakin dan mengimani bahwa janji Allah SWT pasti benar,”Siapa yang membantu memenuhoi kebutuhan saudaranya, maka Allah Akn memenuhi kebutuhannya. Siapa yang membebaskan kesulitan seorang muslim ( di dunia ), maka Allah akan membebaskan kesulitannya besok di hari kiamat.”[ Hadist Bukhari Muslim ].

Tambah Yang BaruCari
Komen
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
 
Security Image
Silakan memasukkan kode anti-spam yang Anda lihat pada gambar.

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Template
Template Template Template
Template
Copyright 2008 @ Ma'had Ukhuwah Islamiyah Surabaya
Template